BAHAYA LONGSOR ANCAM MADIUN - .

Breaking

Cari Berita

Senin, Januari 23, 2017

BAHAYA LONGSOR ANCAM MADIUN

AENEWS9 MADIUN - Musim hujan yang berlangsung akhir-akhir ini bisa membawa bahaya bencana tanah longsor di wilayah Kabupaten Madiun.

Dalam catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun ada 25 Desa di enam Kecamatan di Lereng Gunung Wilis yang berada pada siaga bencana tanah longsor.

Diantaranya Desa Ngranget, Tileng, Segulung, Mendak, Padas (Kecamatan Dagangan), Desa Wungu, Kresek(Kecamatan Wungu), Desa Randualas, Bodag, Kepel, Kare, Bolo, Morang dan Cermo(Kecamatan Kare), Desa Batok, Durenan, Tawangrejo(Kecamatan Gemarang) Desa sumberbendo, Klangon(kecamatan Saradan), Desa Candimulyo, Bader, Suluk dan Kradinan(Dolopo).

Dari sekian peta daerah di Lereng Gunung Wilis, tiga Kecamatan yang masuk zona merah tanah longsor yaitu Dolopo, Dagangan dan Kare. Sebab kontur karakter tanah di ketiga Kecamatan tersebut gembur. Jelas Heri Suyoko Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Madiun.

Masih menurutnya karakter tanah yang gembur sangat rawan longsor jika terjadi curah hujan yang lebat, dihimbau kepada masyarakat yang berada dalam zona merah bencana rawan longsor untuk selalu waspada.
  
Mengingat masih banyaknya bencana rawan tanah longsor Pemerintah Kabupaten Madiun melalui BPBD memperpanjang penetapan Status Siaga Bencana dari Desember 2016 hingga Maret 2017 sesuai peringatan BMKG.

Masyarakat Madiun juga di minta waspada terhadap Bencana alam yang meliputi banjir, angin puting beliung, banjir bandang yang disebut Bencana Hidrometreologi. (in) KABAR ONLINE AENEWS9 KABAR ONLINE AENEWS9 KABAR ONLINE AENEWS9 KABAR ONLINE AENEWS9