Asuransi Tragedi Grape Tak Kunjung Cair - .

Breaking

Cari Berita

Sabtu, April 15, 2017

Asuransi Tragedi Grape Tak Kunjung Cair

AENEWS9.COM MADIUN - Peristiwa hanyutnya 6 siswa di Wana Wisata Grape sudah hampir sepekan berlalu, namun asuransi yang di janjikan dari pihak Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Madiun urung terealisasikan.

Seperti dilansir dari berbagai media, pihak KPH Madiun akan memberikan biaya santuan kepada keluarga korban sebesar Rp15.000.000 (Selasa 11/4). Namun hingga korban terakhir (Gandhi-red) di ketemukan belum menemui titik terang.

Padahal uang santunan tersebut akan diambilkan dari anggaran KPH Madiun sehari pasca kejadian tersebut.

Administratur KPH Madiun, Anis Kusnendar mengungkapkan, pihaknya mengakui berniat akan memberikan santunan kepada pihak keluarga korban sebesar Rp15 Juta sehari setelah kejadian tersebut, namun niat itu urung di laksanakan.

“ Pihak kami masih menanti kepastian komitmen dari PT. Amanah Gita selaku pihak yang menggawangi asuransi, karena PT. Amanah Gita belum ada komitmen yang pasti, maka kami belum membayarkan dengan uang kami sendiri," katanya.

Pihaknya telah mengklaimkan asuransi bagi korban nahas di Wana Wisata Grape tersebut, syarat dan ketentuannya pun sudah di penuhi dari besaran Rp500 yang di ambil dari harga tiket masuk untuk setiap pengunjungnya.

" Meski sudah di klaimkan, dan belum terealisasi, serta kapan pencairannya itu mutlak kebijakan dari pihak asuransi, tapi pihak kami sudah mendorong pencairannya,” tegas Anis.

Jika PT. Amanah Gita telah membayarkan klaim asuransi kecelakaan di Wana Wisata Grape, pihak KPH Madiun akan segera meberikannya kepada pihak keluarga korban, selain itu juga pihak KPH madiun akan memberikan santunan biaya pemakaman sebesar Rp2,5 juta kepada keluarga korban.

" Pada prinsipnya kami akan membayarkan asuransi kepada pihak keluarga korban karena itu bagian dari tanggung jawab kami sebagai penyedia lahan wisata, dan para korban telah membayar loket masuk wahana wisata tersebut, " tambahnya.

Selain memberikan asuransi dan uang santunan biaya pemakaman, pihak KPH Madiun juga membayarkan biaya perawatan korban luka-luka yang selamat di Rumah Sakit Paru Dungus.(ng/rdm)