Bahaya Longsor Intai Kepel Madiun - .

Breaking

Cari Berita

Sabtu, April 15, 2017

Bahaya Longsor Intai Kepel Madiun

AENEWS9.COM MADIUN - Wilayah Lereng Gunung Wilis berpotensi terjadinya bahaya rawan longsor, hal ini dapat di ketahui dengan jelas adanya retakan tanah. Seperti yang terlihat di Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, terlihat adanya retakan tanah di lahan milik Sukini (45) warga Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, selebar 10-15 cm.

Terlebih bencana longsor sulit untuk di prediksi, setelah adanya temuan retakan tanah di Desa Kepel, baru-baru ini juga terjadi amblesnya tebing di Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Beruntung amblesnya tebing di Desa Bodag tidak berdampak pada kawasan pemukiman penduduk, namun mengancam kawasan ladang pertanian yang menjadi matapencaharian penduduk setempat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun sebelumnya telah menetapkan waspada bencana hanya sampai akhir Maret lalu, kenyataannya curah hujan yang cukup tinggi, terutama pada malam hari menjadikan kawasan lereng wilis masuk
dalam siaga bencana longsor.

Bencana retakan tanah di Desa Kepel setidaknya mengancam satu rumah penduduk dibawahnya.

Kepala BPBD Kabupateen Madiun Edy Hariyanto, mengatakan, "Ternyata curah hujan masih tinggi  sampai sekarang, dan kami sudah sosialisasikan kepada warga terdampak. Terutama saat di guyur hujan di malam hari, segeralah mengungsi ketempat yang lebih aman."

Selain itu, pihak BPBD telah memasang banner peringatan rawan longsor di dua tempat lokasi terkait. Tujuannya agar warga berhati-hati dan bersiaga bila sewaktu-waktu harus mengungsi.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa setempat," paparnya.

Seperti dilansir dari berbagai media, beberapa wilayah desa di Kecamatan Dagangan di wilayah timur yang rawan longsor antara lain, Desa Mendak, Desa Tileng, Desa Padas, Desa Segulung.

Sedangkan desa di Kecamatan Kare sebelah timur, meliputi Desa Bodag, Kepel, Bolo, Cermo dan desa-desa di wilayah Kecamatan dolopo sebelah timur, meliputi Desa Suluk, Dader, Blimbing.

Dengan adanya tanda-tanda yang telah terjadi, masyarakat di minta untuk lebih waspada, agar kejadian di Desa Banaran Ponorogo dan Nganjuk dapat diantisipasi.(SR)