Situs Lambang Kuning Wungu Memprihatinkan - .

Breaking

Cari Berita

Rabu, Juni 07, 2017

Situs Lambang Kuning Wungu Memprihatinkan

AENEWS9.COM
MADIUN - Keberadaan salah satu dari sekian puluh situs peninggalan Kerajaan Majapahit di wilayah Madiun yaitu Situs Punden Lambang Kuning yang terletak di Desa Nglambangan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun kondisinya sangat memprihatinkan.

Beberapa bangunan di sekitar Kompleks Punden banyak yang rusak seperti bangunan tempat pusaka dan lantai bangunan pendopo juga banyak yang rusak. Seperti terlihat banyak keretakan di bangunan dan mengelupas serta pudarnya warna cat pada bangunan tersebut. Selain itu juga pagar depan situs belum jadi dan gapura pintu masuk terlihat belum selesai di bangun.

Juru kunci dari Situs Punden Lambang Kuning, Samiono (43) menyayangkan dengan kondisi situs tersebut dan butuh perhatian segera dari pemerintah, " Kondisi bangunan banyak yang rusak, warna cat bangunan juga banyak yang sudah mengelupas, dan ada beberapa bangunan yang harus segera di perbaiki, sedangkan pengelola situs tidak mempunyai anggaran untuk memperbaiki," terangnya.

" Selama ini Pemerintah Kabupaten Madiun baru sekali mengadakan renovasi perbaikan di situs ini kalau tidak salah tahun 1988, dan hanya sekali itu sampai hari ini. Belum ada renovasi ulang pada bangunan yang rusak,” imbuhnya.

Kondisi ini sangat disayangkan, sejumlah benda pusaka situs bersejarah tersebut harus dipindahkan demi keamanan. Selain kelestarian situs sejarah yang mengkhawatirkan karena tingkat keamanan di lokasi tersebut yang sampai sekarang belum memiliki pagar yang mengelilingi Kompleks Situs Punden Lambang Kuning.

JOKO (55) warga Desa Nglambangan juga berharap, Pemerintah Kabupaten Madiun agar menata dan memperbaiki situs bersejarah tersebut agar kelak bisa menjadi bagian pengembangan  pariwisata budaya, yang sekaligus dapat menjadi pemasukan bagi Desa Nglambangan dari sektor pariwisata.

“ Saya khawatir di punden ini banyak sekali benda bersejarah yang tidak benilai harganya rusak atau hilang akibat tangan-tangan jahil,” terangnya. (ING)