Kembang Api Metaverse, Realitas Imitasi dalam Dunia Digital Masa Depan - .

Breaking

Cari Berita

Rabu, Desember 29, 2021

Kembang Api Metaverse, Realitas Imitasi dalam Dunia Digital Masa Depan


AENEWS9.COM
|Sejumlah teknologi dan inovasi dikabarkan akan menjadi tren pada 2022. Kehadiran hal-hal tersebut dinilai akan mengubah kehidupan manusia dalam beberapa tahun ke depan.

Pada tahun ini pandemi Covid-19 telah memaksa lahirnya budaya bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang diiringi peningkatan pemanfaatan teknologi. Lalu perubahan strategi Facebook menjadi Meta telah menyulut kembang api Metaverse, sebuah dunia baru yang disebut replika realita dalam bentuk digital.


Pada tahun ini pandemi Covid-19 telah memaksa lahirnya budaya bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang diiringi peningkatan pemanfaatan teknologi. Lalu perubahan strategi Facebook menjadi Meta telah menyulut kembang api Metaverse, sebuah dunia baru yang disebut replika realita dalam bentuk digital.

Realitas tiruan atau imitasi berkembang di era digital. Sesuatu yang tidak nyta menjadi nyata dalam dunia digital seperti munculnya Web 3.0 dan Mata Uang Kripto

Web 3.0

Fase pertama internet adalah pembuatan situs web dan blog, yang menjadi cikal bakal lahirnya perusahaan seperti Yahoo, eBay, dan Amazon.

Kemudian tingkatan berikutnya adalah Web 2.0 yang ditandai media sosial dan konten buatan pengguna di situs-situs seperti Facebook dan YouTube.

Platform ini “mendapatkan uang dan mengendalikannya, mereka membiarkan Anda menggunakan platform mereka,” rangkum Benedict Evans, seorang analis independen yang berspesialisasi di Silicon Valley.

Dengan teknologi yang selalu bergerak dinamis ke arah perkembangan, ada kemungkinan internet akan memasuki fase ketiganya atau web 3.0.

Evans menyebut dalam sebuah podcast bahwa dalam fase ketiga ini, pengguna, pencipta, dan pengembang akan memiliki otoritas dan suara dalam platform dengan cara kerja yang sifatnya lebih kooperatif.

Langkah revolusioner semacam itu sangat mungkin diwujudkan oleh teknologi blockchain, di mana program komputer berjalan di dalam jaringan dengan ribuan atau jutaan komputer.

Mata Uang Kripto

Sejauh ini, blockchain telah memungkinkan munculnya mata uang kripto seperti bitcoin, dan objek digital unik seperti gambar atau animasi yang disebut NFT.

“Kami banyak berbicara tentang keuangan terdesentralisasi, tetapi saya pikir pada tahun 2022 kita akan melihat lebih banyak kasus penggunaan lokal, yang akan memasuki kehidupan sehari-hari,” kata Bchiri dari perusahaan konsultan Fabernovel, dikutip dari laman CNNIndonesia.com, Rabu (29/12/2012).

Karena uang digital yang sifatnya sangat fluktuatif seperti Bitcoin telah mencapai rekor nilai tertinggi pada 2021, gelombang besar pemain telah masuk ke dalam sistem keuangan ini.

Kembang api yang begitu indah akan mengaburkan realitas kenyataan yang sesungguhnya.  Bahkan realitas imitasi tersebut akan menggantikan realitas nyata.  Oleh sebab itu perlu pemikiran yang inovatif dan kreatif agar tidak terjebak dengan realitas imitasi.  Semoga kita mampu untuk menghadapinya dunia dengan semakin banyaknya realitas imitasi yang direproduksi dengan kecanggihan teknologi dengan bantuan internet. (*)