Keberhasilan model pemberdayaan ekonomi sektor pertanian harus terus dikembangkan - .

Breaking

Cari Berita

Kamis, Maret 31, 2022

Keberhasilan model pemberdayaan ekonomi sektor pertanian harus terus dikembangkan

Wapres RI KH.Makruf Amin saat memanen pisang Candevis di kecamatan pulung Ponorogo

AENEWS9.COM|Ponorogo
- Bupati Madiun H. Ahmad Dawami menghadiri kunjungan kerja Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin dalam rangka Panen Perdana Pisang Cavendish di Demplot Desa / Kecamatan Pulung,  Kabupaten Ponorogo dalam Program Pengembangan Hortikultura Berorientasi Ekspor. 

"Keberhasilan model pemberdayaan ekonomi sektor pertanian harus terus dikembangkan. Saya minta kepada Ibu Gubernur dan dan para bupati agar Pengembangan Hortikultura untuk Peningkatan Ekspor dan Ekonomi Daerah dapat diperluas di Jawa Timur agar penghasilan dan kesejahteraan petani semakin meningkat," jelas Ma'ruf. Rabu (30/3)

Dalam kesempatan tersebut pula Ma'ruf Amin menjelaskan bahwa dengan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati dan genetik yang melimpah harus terus dioptimalkan. Pasalnya, pasar ekspor cukup terbuka lebar.

" Belum lama utusan dari Arab Saudi mengatakan bahwa mereka senang datang ke Indonesia karena keanekaragaman buah-buahan. Untuk pisang saja, di Papua ada 125 jenis pisang. Artinya, kalau se-Indonesia itu bisa ribuan jenis pisang. Ini kekayaan alam kita Indonesia," kata Ma'ruf Amin 

Ia menambahkan pisang Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2020 produksi pisang mencapai lebih dari 8 juta ton. Sementara, volume ekspor pisang mencapai 5.500 ton per Mei 2021. Ini terbesar kedua setelah ekspor buah manggis.

" Saya menyambut baik upaya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang menginisiasi Program Pengembangan Hortikultura untuk Peningkatan Ekspor dan Ekonomi Daerah. Semoga upaya ini menjadi jembatan untuk meningkatkan ekspor dan kesejahteraan para petani pisang," terangnya

Selain itu, orang nomor dua di Indonesia tersebut juga mengapresiasi upaya kemitraan yang dilakukan oleh swasta bersama masyarakat. Pola kemitraan di sektor pertanian sangat penting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, sehingga menggerakkan sumber daya perdesaan untuk menghasilkan produk yang berdaya saing.

Bagi petani, kemitraan dapat mengatasi masalah pembiayaan usaha pertanian, memperbaiki kualitas produk, dan meningkatkan akses pasar bagi produk yang dihasilkannya. Sementara itu, perusahaan juga akan memperoleh persediaan bahan baku yang berkualitas.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur, Pangdam V Brawijaya, dan beberapa Forkopimda kabupaten / kota daerah sekitar.( humas )