Dukung Kedaulatan Pangan Nasional, Petani Tebu Bersatu Madiun Deklarasikan Ganjar Pranowo Jadi Presiden 2024 - .

Breaking

Cari Berita

Sabtu, November 26, 2022

Dukung Kedaulatan Pangan Nasional, Petani Tebu Bersatu Madiun Deklarasikan Ganjar Pranowo Jadi Presiden 2024

Petani Tebu Bersatu (PeTeBu) Madiun dukung dan deklarasikan Ganjar Pranowo sebagai Presiden 2024


KLIKAENEWS.COM|MADIUN- Sebanyak 500 petani tebu di Madiun yang tergabung dalam Petani Tebu Bersatu (Petebu) Madiun menyatakan dukungannya kepada Ganjar Pranowo untuk maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Deklarasi dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah digelar di tengah hamparan perkebunan tebu di Desa Nglandung, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Sabtu (26/11/2022).



Sebanyak 500 petani tebu itu berasal dari 9 (Sembilan) desa di 4 (empat) kecamatan di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Kesembilan desa itu adalah di Kecamatan Geger yakni Desa Nglandung, Desa Jogodayuh, Desa Sambirejo, Desa Bacem, Desa Jatisari, dan Desa Sumberejo. Desa Krandegan di kecamatan Kebonsari yakni,  Desa Dolopo di Kecamatan Dolopo, dan Desa Jerukgulung Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun.


Mereka menilai Ganjar Pranowo adalah sosok yang tepat menjadi Presiden 2024 untuk melanjutkan program-program Presiden Jokowi yang pro rakyat, terutama petani tebu. Ganjar dinilai sosok yang tepat memimpin negeri ini di tengah keberagaman suku, ras dan agama dalam bingkai Bhineka Tunggal IKA.


“Hari ini kami menggelar dua kegiatan sekaligus. Pertama, deklarasi dukungan kepada Bapak Ganjar Pranowo menjadi Presiden RI pada pilpres 2024. Dan kedua, kegiatan sarasehan Petebu bertema "Petani Tebu Bersatu (Petebu) Madiun Bertekad Mendukung Percepatan Swasembada Gula" kata Ketua Petebu Madiun Agus Purwanto di sela-sela acara deklarasi dan sarasehan Petebu di Lapangan Wonokromo Desa Nglandung, Kecamatan Geger, Madiun, Sabtu (26/11/2022).


Agus melanjutkan bahwa target dari kegiatan deklarasi yang digelar itu ini adalah memberi dukungan kepada Bapak Ganjar untuk maju menjadi Presiden 2024. Juga menguatkan barisan petani tebu di Madiun untuk memenangkan Bapak Ganjar di Pilpres 2024 nanti.


“Para petani tebu di Madiun menyatakan simpati dan menaruh harapannya kepada sosok Bapak Ganjar Pronowo yang nasionalis dan mau menerima keberagaman itu. Mereka juga menaruh harapan besar atas keberlanjutan dan kelangsungan mereka bercocok tanam tebu pada sosok Bapak Ganjar Pranowo dalam kepemimpinannya nanti ketika terpilih menjadi presiden 2024.


Nah, harapan itu dituangkan dengan mereka menggelar deklarasi dukungan kepada Bapak Ganjar Pranowo hari ini yang diikuti lebih kurang 500 petani tebu dari 4 kecamatan dan 9 desa di Madiun,” jelasnya.


Agus menyebutkan, petani tebu di Madiun juga ingin memberi dukungan sama melalui deklarasi sebagaimana rekan-rekan mereka, komunitas petani tebu yang tergabung dalam Petani Tebu Bersatu (Petebu) di daerah lain di Jawa Timur, di luar pulau Jawa seperti Jawa Barat, Sumatera, dan Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat yang juga telah menyatakan dukungannya kepada Bapak Ganjar Pranowo yang telah lebih dulu menggelar deklarasi yakni di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat.


“Di mata kami Petebu, Bapak Ganjar adalah sosok sederhana, merakyat, tegas, cerdas, punya karakter kuat dan berwibawa. Negeri ini butuh sosok dengan kepribadian dan berkarakter seperti itu, sehingga kami petani perlu mendukungnya.


Progam Pak Ganjar yang sejalan dengan cita-cita petani tebu adalah mendorong terciptanya kedaulatan pangan nasional. Program ini harus kami dukung karena sejalan dengan keinginan kami sebagai petani tebu. Kedaulatan pangan nasional akan bisa diwujudkan kalau petani tebu sejahtera, ekonominya kuat,” kata Agus.


Untuk itu, sambung Agus, perhatian kepada petani tebu mutlak dilakukan dan sosok Ganjar dinilai mempunyai kapabilitas dan kepedulian pada nasib petani termasuk petani tebu.


“Harapan kami di Petebu, kebijakan yang diambil oleh Bapak Ganjar melanjutkan program Bapak Jokowi, berpihak kepada petani tebu. Misalnya kebijakan menjaga tataniaga gula yang memperhatikan nasib petani tebu. Menjaga agar jangan sampai impor gula yang menyebabkan harga gula petani tebu jatuh. Termasuk juga jangan sampai gula krisputih rafinasi merembes ke pasar gula konsumsi yang bersumber pada tebu petani. Kebijakan pupuk yang melindungi kepentingan petani,” kata Agus.


“Selain itu, kami ingin kebijakan yang akan diambil Bapak Ganjar nanti adalah mendorong berlangsungnya revitalisasi pabrik gula yang ada atau membangun pabrik baru yang modern sehingga rendemen tebu petani juga akan bagus.


Dan yang penting lagi adalah memberikan kesempatan kepada petani tebu di Madiun ini untuk ikut mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui swasemba gula nasional. Salah satunya melalui kebijakan pergulaan yang pro petani petani tebu,” tambah Suroto, Petani Tebu sekaligus Deklarator asal Desa Nglandung.


Suroto mengatakan dia mengenal Bapak Ganjar adalah Gubernur Jawa Tengah. Meski di Jawa Tengah, karena orang cukup dikenal secara luas sehingga ia merasa sosok Ganjar tidak hanya milik Jawa Tengah, tetapi juga juga milik petani tebu di Madiun karena begitu dekatnya dengan semua orang.


“Bapak Ganjar itu orangnya sederhana, humoris, humanis, merakyat, tegas, cerdas, punya karakter kuat dan berwibawa. Negeri ini butuh sosok dengan kepribadian dan berkarakter seperti itu, sehingga kami petani tebu perlu mendukungnya,” tandas Suroto.


Sementara itu, ditempat yang sama Ketua DPP Petebu, Ir.Mappanai Lewa mengatakan Petebu akan terus menjelajahi daerah-daerah di mana petani tebu berada untuk menggalang dukungan bagi Bapak Ganjar Pranowo menjadi presiden 2024.


“Masih banyak kantong dukungan kepada Bapak Ganjar dari komunitas petani tebu di beberapa daerah di Tanah Air. Itu rencana yang kami ke depan, sehingga dukungan kepada Bapak Ganjar masif terutama dari petani tebu di daerah-daerah,” katanya.


Mappanai menjelaskan, Petebu lahir lahir dari semangat petani tebu di tanah air dalam mendukung swasembada gula nasional dan mendambakan sosok pemimpin yang peduli terhadap nasib mereka. Sadar betul bahwa untuk mendukung swasembada gula petani tebu butuh dukungan seorang pemimpin yang mau memikirkan nasib petani tebu, mau membantu petani dari berbagai persoalan yang mereka hadapi. Harapan mereka dengan hadirnya seorang pemimpin yang peduli dengan mereka akan mengangakat harkat dan martabat petani tebu.


“Sebab apalah daya petani tebu untuk bisa mewujudkan swasembada gula nasional jika mereka tak bisa meraih angan dan harapan, hidup sejahtera. Semangat dan harapan petani tebu yang mendampak sosok pemimpin yang mau peduli dengan nasib mereka terpaut dengan nama Bapak Ganjar Pranowo,” kata Lewa.


Harapan itu, lanjut dia, mereka tuangkan dengan menggelar deklarasi dukungan kepada Bapak Ganjar Pranowo menjadi Presiden 2024 di beberapa wilayah di Indonesia.


Deklarasi di Madiun yang kesembilan. Deklarasi Petebu atas dukungan kepada Bapak Ganjar Pranowo dimulai di Kertosono, Jawa Timur pada tanggal 26 Maret 2022. Lalu berlanjut di Karanganyar, Jawa Tengah pada tanggal 24 April 2022. Lalu, di Way Kanan, Lampung pada tanggal 31 Mei 2022, Palembang, Sumatera Selatan pada tanggal 19 Juni 2022, Dompu, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 25 Juli 2022, Majalengka pada tanggal 27 Agustus 2022.


“Kemudian deklarasi Petebu juga di Takalar, Sulawesi Selatan pada tanggal 24 September. Di Takalar ini pula, para petani tebu mendeklarasikan Bapak Ganjar sebagai Bapak Petani Tebu,” kata Lewa yang juga putra asli Takalar ini.


Selanjutnya, dekalasi dukungan kepada Bapak Ganjar digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara pada tanggal 29 Oktober 2022 sebelum akhirnya di Madiun, Jawa pada tanggal 26 November 2022.


“Dan hari ini, yel-yel dukungan kepada Bapak Ganjar dalam deklarasi juga menggema di Madiun. Bagi petani tebu sosok Ganjar Pranowo adalah sosok yang dapat mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Kenyataan akan nasib petani tebu yang sejahtera. Kenyataan akan sosok pemimpin yang Tangguh, Berwibawa, dan Tegas membela petani tebu. Sosok yang sederhana, dekat dengan petani dalam satu satu tekad untuk mencapai kedaulatan pangan nasional yang kuat dan Tangguh,” tutup Lewa.(*/red)